Senin,
15 Juli 2013 M/6 Ramadlan 1434H
Hari ini saya mendapat musibah. Tepatnya cobaan menjadi qismil
lughoh OSMYQ (sebelum namanya diganti menjadi kementerian). Tadi pada waktu
recess, Barok berbahasa Indonesia. Refleks telingaku langsung mengirim
sinyal untuk mencari pulpen dan kertas. Setelah ku dapat, aku langsung menulis
nama-nama yang melanggar bahasa pada hari ini, jadi tidak hanya Barok.
Tiba-tiba dari arah belakang, Barok mengintai yang sedang ku lakukan. “Wah, ghoiru
jiddan. Ana maktub.”selorohnya. Sontak dia ingin mengambil kertas kecilku
yang berisi daftar language tresspasser. Tapi gerakanku lebih cepat
darinya. Gagallah dia merebut kertasku.










